Hobi Buruk Orang Tua yang Harus Dihindari di Depan Anak-anak

Sebagai orang tua tentu saja kita harus menjadi model dan juga panutan bagi kehidupan anak-anak kita kelak. Akan tetapi selain menjadi model dan juga panutan, tidak bisa dipungkiri, kita juga memiliki hobi dan juga aktivitas kita masing masing. Nah, bagi teman teman yang sudah menjadi orang tua dan memiliki buah hati, kita perlu waspada loh, dengan hobi kita masing masing.

Mengapa demikian? Karena ternyata tanpa kita sadari ada beberapa hobi yang biasanya normal kita lakukan, akan berdampak kurang baik pada anak anak kita. Lalu apa saja hobi yang bisa berdampak buruk pada anak anak kita tersebut? Bagi yang penasaran, berikut adalah beberapa di antaranya.

Hobi yang harus dihindari dan berpengaruh pada anak anak kita

  1. Merokok

merokok di depan anak

Ya, hobi buruk orang tua yang benar benar harus dihindari jika berada di depan anak dan juga berpengaruh pada anak kita adalah merokok. Sudah banyak anak anak di bawah umur yang kecanduan rokok dikarenakan mereka sering melihat orang tua mereka merokok.

Nah, mengurangi intensitas hobi merokok atau tidak merokok saat di depan anak anak kita adalah cara yang baik untuk mengurangi kesempatan kalau anak kita nanti akan ikut ikutan merokok. Selain itu sangat berbahaya untuk merokok di depan anak kita karena bisa membuat mereka mengidap penyakit yang berhubungan dengan rokok itu sendiri. Jadi hindarilah hobi ini di depan anak anak kita.

  1. Minum minuman keras

minuman keras

Tidak bisa dipungkiri, beberapa dari kita mungkin hobi minum minuman keras, meski dalam porsi kecil. Akan tetapi sebisa mungkin pastikan teman teman tidak minum minuman keras di depan anak anak kita. Mengapa demikian? Dengan demikian anak anak kita tidak ikut minum minuman keras juga. Banyak anak anak yang mencoba untuk minum minuman keras dikarenakan mereka mengikuti orang tua mereka yang sering minum minuman keras juga.

  1. Makan Junk Food

Junk food adalah makanan yang memang enak dan menggoda. Seringkali kita hobi sekali untuk makanj junk food tanpa memperhitungkan sekeliling. Bahkan kita juga sering mengajak anak kita untuk makan makanan jenis ini berulang kali. Apabila anda hobi makan junk food, cobalah mengurangi intensitas untuk makan junk food bersama anak anda. Karena junk food adalah makanan yang kurang sehat. Dan lagi bisa membuat anak anak kita kecanduan untuk terus makan makanan jenis tersebut.

Apa yang harus kita lakukan dengan hobi buruk kita tersebut

Setelah kita membaca beberapa hobi buruk tersebut, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus benar benar meninggalkan hobi tersebut. Sebenarnya tidak usah sampai harus ditinggalkan. Karena kita tahu bahwa hobi apapun itu, misalnya nonton bola dan taruhan bola, asalkan dilakukan di situs judi bola yang terpercaya, tetap menyimpan nilai yang lebih terutama untuk kita yang menyukai hobi tersebut. Nah, karena itu ada beberapa hal yang bisa kita lakukan selain meninggalkan hobi tersebut.

Salah satu yang paling efektif adalah tidak melakukan hobi kita tersebut di depan anak anak kita. Lakukan hobi kita saat kita tidak berada di depan anak anak kita atau hanya melakukannya saat anak anak kita sudah tidur lelap. Dengan demikian, anak anak kita tidak akan meniru hobi buruk yang kita lakukan tersebut. Selain itu secara tidak langsung kita juga bisa mengurangi intensitas dari hobi buruk yang sering kita lakukan.

Tips Memilih Tempat Penitian Anak yang Baik dan Aman

tempat penitipan anak

Bagi sebagian orangtua, menitipkan anak di penitipan anak merupakan solusi yang tepat apabila anda memiliki pekerjaan yang tidak memungkinkan anda untuk membawa anak ke tempat kerja. Saat Ini, terutama di kota-kota Besar tempat penitipan pun sudah menjamur dimana-mana. Namun, walaupun dilabeli dengan penitipan anak, anda harus berhati-hati dalam menitipkan anak.

Hal ini lantaran, tidak semua penitipan anak memenuhi kriteria sebagai tempat penitipan anak yang baik dan memberikan kenyamanan pada anak anda. Terlebih selama, anda bekerja anda tidak akan melihat kondisi sesungguhnya anak anda. Dalam beberapa kasus, pemilihan penitipinan anak yang salah, justru akan membuat stress kondisi anak anda.

Selain itu, banyaknya juga tindak criminal yang dikemas dengan menggunakan kedok penitipan anak pun harus perlu diwaspadai oleh para orangtua. Bagi anda yang kini tengah mencari tempat penitipan anak yang baik, aman, nyaman dan terpercaya, anda dapat membaca tips-tips berikut ini dalam memilih tempat penitipan anak.

 

penitipan anak

  1. Adanya Izin Usaha

Tempat penitipan anak yang baik tentunya merupakan yang sudah memiliki izin resmi usaha dari pemerintah. Hal ini untuk menjamin jika selama anak anda dititipkan maka kondisinya akan terjaga dengan baik. Selain menanyakan izin usaha, anda juga dapat menanyakan apakah ada penanganan cepat saat anak terluka.

Selain itu tanyakan pula tujuan apa mereka mendirikan tempat usaha penitipan anak tersebut.

  1. Pemilihan Lokasi

Untuk anda yang akan memanfaatkan jasa penitipan anak, sebaiknya yang memiliki lokasi yang dekat dengan daerah tempat tinggal anda. Anda dapat menyusun daftar penitipan anak yang ada dikota anda. Carilah review yang berkaitan dengan penitipan tersebut. Segeralah melakukan eliminasi jika ada penitipan anak yang kurang baik.

  1. Memiliki Kualitas Pengasuh yang Baik

Selain memikirkan ketersediaan jumlah pengasuh, anda juga harus memikirkan kualitas kepada para pengasuhnya. Anda dapat melihat apakah pengasuh anak ditempat penitipan tersebut memiliki kualitas yang baik atau tidak. Anda dapat melihat dari bagaimana cara para pengasuh tersebut melakukan interaksi.

Kerapihan dan kesehatan dari pengasuh anak tersebut juga diperlukan. Anda juga bisa bertanya kepada orang yang telah terlebih dahulu menitipkan anak mereka.

  1. Ruang Bermain Yang Aman

Selain itu, mempertimbangkan adanya ruang bermain anak memang dibutuhkan. Hal ini agar anak anda dapat tumbuh dan berkembang dengan memainkan mainan yang disediakan oleh tempat penitipan anak. Juga, jangan lupa untuk memikirkan keamanan dari ruang bermain tersebut.

Tentunya mainan yang aman merupakan mainan yang telah disesuaikan dengan umur anak-anak di penitipan tersebut.

  1. Memiliki Kurikulum yang Sesuai

Penitipan anak juga dapat berfungsi sebagai tempat bersosialisasi anak selain dengan keluarganya. Dengan kata lain memilih tempat penitipan anak dengan kurikulum yang sesuai dengan tumbuh kembang mereka dengan para pengasuh yang paham dengan kondisi anak pun dirasa sangat penting.

Memikirkan rasio pengsuh anak juga dibutuhkan. Normalnya satu pengasuh anak dapat menjaga dua anak diusia dibawah satu tahun sedangkan diatas empat tahun, seorang pengasuh dapat menjaga hingga 5 anak.

  1. Terdapat Laporan Harian

Terdapatnya laporan harian untuk masing-masing anak memang dibutuhkan agar orangtua dapat mengetahui aktivatas anak mereka selama di tempat penitipan seperti kapan mereka makan, kapan mereka tidur serta kapan mereka buang air besar. Ini pun dapat membantu anda dalam melihat perkembangan anak anda.

Jika anak anda memiliki alergi terhadap sesuatu, sebaiknya anda memberitahukan kepada para pengasuhnya.

  1. Memiliki Keterbukaan dengan Orangtua

Dalam memilih tempat penitipan anak, usahakan jika seluruh karyawan baik pemilik dan pengasuh memiliki keterbukaan dengan orangtua anak. Mereka pun harus bersedia menerima saran dan kritik.

Anak Bandel Bukan Berarti Nakal, Mungkin Ia Mengalami Autisme

anak bandel

Sudah tahu belum kalau gejala autisme bisa muncul sebelum anak berusia 3 tahun? Yaps, masa-masa ini menjadi tahun paling krusial bagi semua ibu karena pada dasarnya gangguan perkembangan ini sering disepelekan.

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks yang biasanya bisa dilihat pada pola perilaku, interaksi dan aktifitas yang dilakukan berulang-ulang. Anak yang menderita autis juga punya kecenderungan untuk mencium, menyentuh dan membolak-balikkan benda secara berlebihan. Secara umum, autisme juga bisa disebabkan karena gangguan di otak yang berakibat ketidakmampuan otak untuk bekerjasama. Makanya, anak dengan autisme akan sulit berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Kasus yang kerap terjadi pada autisme adalah ibu kerap menganggap anak bandel sehingga perlu dipukul agar menurut. Padahal hal ini salah besar dan justru menimbulkan trauma.

Meski sejatinya vonis autis dilakukan oleh para ahli, ada baiknya perhatikan gejalanya agar bisa melakukan tindakan yang tepat.

Apa saja Ciri-ciri Autisme?

autisme

Sulit Berkomunikasi Dua Arah

Gejala autisme ditandai dengan kesulitan berkomunikasi secara dua arah atau interpersonal. Hal ini meliputi kemampuan berbicara, membaca, memahami pembicaraan hingga menulis. Hal tersebut bahkan ke pemahaman petunjuk sederhana hingga pemahaman bahasa tubuh.

Selain itu, mereka kerap melambai-lambai, menunjuk atau memperlihatkan suatu objek pada orang disekitarnya dan dilakukan secara berulang-ulang. Tidak sedikit yang sering tantrum agar orang lain mengerti maksudnya. Bahkan mereka akan mengulang-ulang perkataan secara berulang seperti sebuah lagu.

Gangguan Interaksi Sosial

Anak autis kerap tenggelam dalam dunianya sendiri sehingga mereka kerap kehilangan koneksi dengan orang sekitarnya. Mereka sering enggan melakukan kontak mata hingga nyaris tidak memiliki ekspresi. Bahkan, anak-anak dengan autis sering tidak bisa memahami perasaan orang lain, misalnya sedih atau sakit. Makanya mereka kerap susah fokus, tidak ingin berbagi dan tidak mudah berteman.

Perilaku Khas Anak Autis

Anak autis memiliki perilaku yang khas. Beberapa anak cenderung cepat marah dan membunyikan suara-suara tertentu. Ketika menjalankan suatu aktifitas, mereka akan sangat sulit berpindah ke aktifitas lainnya akibat memiliki preferensi dan keterbatasan minat. Misalnya, ia akan menatap atau memainkan satu hal dan enggan ke topik lainnya.

Mereka juga kerap mengibaskan tangan, memutar badan, menyimpan batu atau sering memiliki tatapan mata kosong. Anak autis juga cenderung menyukai sedikit makanan.

Apa Penyebab Autisme?

Para ahli mengatakan masih belum mengetahui secara pasti penyebab autisme. Cuma, dalam beberapa kasus ada sejumlah penyakit yang disinyalir sebagai salah satu penyebab gangguan ini. Di samping itu ada beberapa dugaan yang terbukti bisa memperbesar peluang anak terkena autisme, antara lain:

Genetik

Banyak bukti yang menjawab kalau genetik memberikan kontribusi besar. Menurut National Institute of Health, bila ada silsilah keluarga yang memiliki riwayat autis, maka peluang untuk menurunkan resikonya jadi 1-20 kali jauh lebih besar. Ini juga dibuktikan pada sebuah penelitian dimana bila dua anak kembar yang mana salah satunya mengalami autisme, maka kembarannya berpotensi besar menderita gangguan yang sama.

Pestisida

Paparan  pestisida yang begitu tinggi memperbesar peluang melahirkan anak autis. Menurut Dr Alice Mao, seorang profesor psikiatri mengatakan kalau zat kimia dalam pestisida bisa mengganggu fungsi sistem saraf pusat.

Obat-obatan

Obat-obatan yang diduga kuat memperbesar kelahiran anak autis adalah thalidomide dan valproic. Thalidomide sendiri adalah obat untuk mengatasi mual-muntah, kecemasan dan insomnia selama terjadi proses kehamilan. Di Amerika Serikat, Thalidomide sendiri sekarang sudah dilarang beredar. Sementara valproic acid sendiri dipakai oleh penderita bipolar dan gangguan mood.

Nah, jadi ketika anak mengalami gejala di atas bukan berarti ia nakal dan tidak penurut. Tidak perlu dimarahi atau bahkan dipukul. Menghubungi dokter anak dan psikolog adalah jalan terbaik untuk mengetahui kondisinya lebih dalam.

 

Sumber:

Pengertian

http://www.alodokter.com/mengenali-ciri-ciri-anak-autis-sejak-dini

http://www.alodokter.com/autisme

https://lifestyle.kompas.com/read/2011/01/11/09501535/Lima.Faktor.Penyebab.Autis

Ciri-ciri Autisme Pada Anak Usia Bayi Hingga 2 Tahun ke Atas

http://www.alodokter.com/autisme/gejala